Tidak Respect Dengan Pelayanan & Parkir di RM Iwak Kalen Godean

Berawal dengan diadakannya kopdar Koboys di RM Iwak Kalen kali ke 2 yang saya ikuti, saya merasa sangat kecewa dengan pelayanan plus petugas parkirnya. Kronologi, saya datang Tangggal 21 April 2013, kurang lebih jam 11.00 beserta istri & anak saya. karena anak rewel akibat jenuh diperjalanan saya langsung saja menuju area parkiran yg dulu pertama kali saya datangi. ternyata disuruh putar balik ke parkiran motor disebelah dengan nada agak kurang enak. Saya pun putar balik ke parkiran motor. Setelah turun saya langsung ke arah parkir mobil coz emang rombongan Koboys ada disana. Tapi lagi2 tukang parkir sok tahu bahwa masuknya dari parkir motor & saya juga balas dengan nada agak tinggi kalau saya memang dari rombongan Koboys & sudah pesan tempat. Mereka seolah tidak peduli.

Image

Ternyata sepulang dari Iwak kalen saya mendapati motor saya sudah digores dengan sengaja di parkiran Iwak Kalen. Saya hafal betul waktu berangkat belum ada karena paginya saya sempat mau cuci kendaraan tapi air PDAM tidak mengalir & saya urungkan niat. Saya berharap kepada manajemen Iwak Kalen untuk dapat berpikir ulang apakah tetap akan menggunakan petugas parkir yang sama, karena mereka sudah berani merusak kendaraan pengunjung. Layakkah mereka jadi petugas parkir, karena mereka seharusnya menjaga, bukan merusak!!

Kemudian saya juga mendapati bahwa gelas minum saya & istri baru diminum setengah, tapi sudah diambil untuk dicuci. Padahal waktu itu istri saya baru duduk momong anak (walau tidak menghadap ke gelas). Kontan saja saya protes ke dalam & akhirnya saya harus pesan minum baru (lagi). Beginikah cara kerja mereka? Saya jadi berpikir ulang untuk merekomendasikan RM Iwak Kalen ke teman2…

Outbond Bareng AHM, Koboys, & Wartawan

Lama gak update blog bro, sampe bingung sama dasbornya :mrgreen:

Refreshing, itu satu kata yang saya ucapkan ketika tau ada undangan dari AHM selaku sponsor outbond. Rugi neh kalo gak ikut, males juga bahas Otomotif R2 terus, sekali2 bebas polusi laaaghh menyatu dengan alam. Sambil ngatur jadwal coz mesti meninggalkan kerjaan numpuk, akhirnya saya cabut jam 05.30 dari Kartasura menuju Jombor. Setiba dilokasi jam 07.00 nyaris bersamaan dengan rekan2 koboys, menyempatkan diri ngobrol2 ngalor ngidul & mengelus2 New Blade…#Ndeso, koyo ratau weruh wae :P

Wes kerep weruh koq yo jik dielus2 wae to leee…

Sekitar jam 8 kurang kami berlima (BP, Pertamax 7, Paketu, KB, Moko) siap-siap & langsung cabut sambil disetirin mbak May HC3 AHM #Nyetirnya ngebut uy, kereeennn. Gak lama sekitar 30 menit sampai dah di desa mana, lupa namanya, pokoknya gak jauh dari tempat tinggal juragan Silvia, Pak Andhi Suranto (Maticlover). Cuma kali ini Silvia gak diajak, tapi bawa Ci Bi Er, lumayan buat nampang biar keliatan sedikit keren, wkwkwkwk.

Numpang keren ya oom :D

Oya, Maticlover (ML) langsung nyanggong dilokasi coz percuma jauh2 ke jombor kalo akhirnya balik magelang lagi. Lanjut Coffe Break dulu, ada apem, clorot, kacang rebus, teh anget, sama apalagi ya…gatau namanya, yawes caplok aja. Cacing dah membelit usus dah gak bisa nahan lapar.

Clorot, Cang godog, Apem, etc

Selesai…dah, persiapan pilih onthel masing2. Pilih2 yg kinclong, malah dapet yg stangnya karatan, uasemmm…bisa kena tetanus neh. Yoweslah, sebelum pancal foto2 dulu, kumpeni style gak kalah sama matic retro. Langsung ngikuti pemandu sorak yang pake caping. Menyusuri jalan2 desa, sesekali masuk kebun, ada turunan, tanjakan, duh…ni sepeda berat amat, curiga ada yg sabotase sproketnya biar ngos2an ditanjakan #Hadeeeeegghhh. Kurleb 8km sampai ditempat pengrajin gerabah. Praktek bikin asbak, jadinya malah kloset, jyan, angel tenan kalo bukan profesinya. yowes, gakpapa, biarkan pengrajin yang bikin, kita tinggal tulis nama, wkwkwkwkwkwk :lol:

Narsis dulu, ala kumpeni :mrgreen:

Molly & Sam

Kira2 1jam-an lebih kami “Berkarya” akhirnya cabut lagi menuju pos awal, sambil mampir ke toko apa ya…jual hiasan pecahbelah, tapi koq jual es lilin & salak. Bingung…yang penting melepas dahaga…lanjut lagi 3/4 jalan, dengkul serasa mau copot setelah lebih dari 10tahun gak bersepeda. Sampai pos sudah disambut sego megono, rasanya pedes, enak pokoknya, sampe nambah nasi + ayamnya #edisi kemaruk. Dilanjut Sholat bagi yang menjalankan, sementara saya duduk2 diteras sambil tiduran, ngantuk coy!

Sego megono, 2x nih… kemaruk.com

Sampai saat yang ditunggu, acara inti nya yaitu arung jeram. Wah, saya lum pernah ini, bakal jadi pengalaman baru. Mobil menlaju menuju Citra Elo #ah, Bukan Citra Gue… Urus sana-sini + tandatangan asuransi, trus ganti baju & suzy carry siap menanti dengan perahunya. Hujanpun tiba.

#bukan citra gue

Di titik start kami diberi arahan dulu sama seorang pelawak (pak Gufy) tentang tatacara & persiapannya. Lanjuuut…saya akhirnya pisah dari teman Koboys & gabung sama Mas Garth, Mbak Eka :mrgreen: , sama mas sapa… (lupa lagi namanya). Sayang ML gak jadi ikut main air, padahal seru lho…banyak pemandangan2 guratis, hihihihihi…

unyu-unyu dech

Degan pancen oye

Bermain2 diatas perahu sambil menikmati derasnya arus sungai. Sesekali nyemplung biar seru & bisa anu-anu, :mrgreen: wes, nyampai cekpoin disambut Kelapa muda, segaaarrr, Lanjoooott, keburu sore, menuju finish point. Jam 16.30 sesuai jadwal dah mentas dari air. Renang dikolam sebentar, tapi cuma brani ditepi. Kedalaman 6m uy, pelampungnya serasa mau copot & saya tetep amblas. Maklum gak bisa renang. Sampai senja tiba nunggu makanan disajikan di gubug, lirak-lirik sana sini pada sibuk sama kamera & gadget. Ada juga yang menikmati pemandangan bukit-bukit yang mulus :evil: . Seperti biasa, pertamax 7 tetep yang memiliki suara paling dominan, :D

mentas, dah dingin

madhang meneeehhh

Nasi kembali tiba, santap pun terasa nikmat sembari menemani kelelahan kami. Selesai & berkemas menuju Jombor…Duh, terbayang perjalanan ke Kartasura masih jauuuuuhhh. Tapi ya nekat aja, namanya dah kangen sama anak. Silakan dinikmati fotonya, seadanya yaaaa :D

Seleb Police

Bagi rekan2 blogger atau komentator yang sering nongkrongin TV, pasti akhir2 ini sering lihat polisi yang tampil di layar kaca, bukan sekedar meredakan huru-hara, beraksi di acara semacam buser, atau memantau lalu lintas melalui CCTV. Tapi polisi kali ini udah pasang wajah :( . Ya…sejak (mantan) Briptu Norman Kamaru mengupload video chaiya-chaiya-nya ke Youtube & langsung ngehits sampai masuk TV berminggu-minggu, tampaknya polisi muda lainnya “ketularan” demam nampang. Mulai di acara semacam Dahsyat, atau membikin Girl Band…au ah apa namanya. Yang pasti fenomena ini sangat menggelitik saya, atau mungkin juga bagi sebagian orang bahwa mulai banyak polisi lupa tugasnya.

Saya sendiri sebenarnya menanggapi biasa biasa saja, ndak terlalu apatis, tapi juga ndak terlalu istimewa. Cuma dengan terlalu seringnya disorot oleh media maupun infotainment, rasanya koq sudah mulai keluar jalur yah? Kemanakah tugas polisi yang sebenarnya jadi abdi masyarakat, bekerja bukan hanya dari balik layar, apalagi layar kaca. Ingat, Polisi bukanlah selebritis! Saya akui , penampilan polisi-polisi muda sekarang mulai menarik, meninggalkan kesan sangar dan berubah simpatik (apalagi polwannya cuy :mrgreen: ). Tapi simpatik bukan berarti kudu melupakan tanggung jawab asalnya, seperti hengkangnya (mantan) Briptu Norman Kamaru dari kesatuannya. Jangan sampai exploitasi media maupun Infotainment membuat polisi jadi terlena sehingga muncul Norman-norman yang lain. Penjahat selalu mencari lengah anda! Jangan sampai kasus terorisme atau kejahatan makin mewabah, cuma gara-gara polisi lupa daratan. Tanggung jawab kian hari kian berat dan kepercayaan masyarakat digantungkan di pundak anda. Semoga sedikit uneg-uneg ini bisa sedikit member pencerahan bagi semua, termasuk Polri tercinta.

pic sumber : disini

 

Tentang Netiket (Netiquette)

Etika dalam berinternet, ya…setidaknya internetan juga gak jauh beda dengan dunia nyata. Cuma faktor wajah yang gak kelihatan kecuali pake webcam & mikrofon, tata bahasa dalam berinternet seringkali menjadi pemicu salah paham. Kalo berbicara secara verbal dengan kontak wajah, pastilah ada intonasinya yang menegaskan seseorang itu sedang bercanda, santai, atau marah. Tapi melalui tulisan, entah itu berupa Chat (YM, Gtalk, Skype, Camfrog dll), Media Sosial (FB, Twitter, FS, Dll), Forum (Kaskus, IDWS, Sawomatang, Detik, dll), Blogging (WordPress, Blogspot, Blogdetik, dll) seringkali tulisan menimbulkan multitafsir. Gaya bahasa yang (sebenarnya) bercanda bagi teman dekatnya, tapi bisa jadi akan terlihat sombong, kaku, arogan, sewenang-wenang bagi orang lain. Maka dari itu muncullah yang namanya Netiket (Netiquette), yang menjadi aturan umum tak tertulis atau bisa juga tertulis (biasanya dalam forum ada ketentuannya). Sebagaimana saya kutip dari id.wikipedia.org

Beberapa aturan yang ada pada Nettiquete ini adalah:

  1. Amankan dulu diri anda, maksudnya adalah amankan semua properti anda, dapat dimulai dari mengamankan komputer anda, dengan memasang anti virus atau personal firewall
  2. Jangan terlalu mudah percaya dengan Internet, sehingga anda dengan mudah mengunggah data pribadi anda. dan anda harus betul-betul yakin bahwa alamat URL yang anda tuju telah dijamin keamanannya.
  3. dan yang paling utama adalah, hargai pengguna lain di internet, caranya sederhana yaitu,:

a. jangan biasakan menggunakan informasi secara sembarangan, misalnya plagiat.

b. jangan berusaha untuk mengambil keuntungan secara ilegal dari Internet, misalkan melakukan kejahatan pencurian no kartu kredit

c. jangan berusaha mengganggu privasi orang lain, dengan mencoba mencuri informasi yang sebenarnya terbatas.

d. jangan menggunakan huruf kapital terlalu banyak, karena menyerupai kegiatan teriak-teriak pada komunitas sesungguhnya.

e. jangan flamming (memanas-manasi), trolling (keluar dari topik pembicaraan) ataupun junking (memasang post yang tidak berguna) saat berforum

So, karena setiap harinya jalan-jalan (blogwalking) entah di Koboys, OBI, Indomotoblog, tentunya saya (atau bahkan kalian) bisa menilai bagaimana gaya bahasa masing2. Memang ada istilah yg paling sering disebutkan blogger “Blog Aing Kumaha Aing” (Mbuh terjemahan jawanya apa)…tapi menurut saya tetap kudu mematuhi koridor-koridor dalam berinternet, salah satunya ya Netiket tadi, karena memang yang baca orang banyak dan ingat, tidak semua orang memahami gaya bahasa anda! Begitupun melalui media sosial dimana Friends, Follower, atau apalah istilah lainnya, akan membaca status, pernyataan, cacian, atau bahkan umpatan-umpatan anda. Ini bisa jadi bumerang dan menimbulkan suatu multiplier effect, andapun bisa kena batunya :D

Maka dari itu saya cuma mengajak rekan2 blogger yang saya kenal atau setidaknya mau mengenal saya ataupun isi tulisan saya :mrgreen: untuk dapat lebih bijak dalam menulis. Umpamakanlah bahwa dunia maya ini seperti dunia nyata, dan segala tindak-tanduknya lebih dapat direkam. Tetap sehat dalam berinternet

#Salam Blogger Cinta Damai

Uyah Krasak

Sapa sih yang gak tau “Uyah”, atau bahasa Jawanya garam? Semua juga tau kaleeee…garam merupakan salah satu komponen pokok dalam memasak, dan bahkan hidup akan terasa hambar jikalau garam tidak ada. Benda dengan senyawa kimia NaCl ini sudah sangat menjadi kebutuhan sehari-hari, plus ditambahkannya Iodium maka dapat mencegah penyakit gondok. Namun disini saya tidak akan terlalu jauh membahas garam dapur atau garam ber-Iodium, tapi uyah krasak (garam krosok). Garam ini merupakan garam murni tahap pertama yang proses pembuatannya dilakukan secara tradisional dan belum ditambahkan zat apapun, langsung dikeringkan di tambak melalui proses jemur matahari. Teksturnya lebih keras & kasar membuatnya kurang cocok untuk konsumsi sehari-hari, serta tidak adanya kandungan Iodium membuatnya kurang direkomendasikan (kecuali untuk pembuat telor asin :P ), kondisinya berbeda dengan garam pabrikan yang jauh lebih lembut tapi lebih mahalan. Tentunya juga gak lepas dari alasan kesehatan karena pembuatannya diinjak-injak, yah…meski pake sepatu, dan juga kualitas air laut sekarang kaya apa kita semua juga tau wujud pencemarannya. Tapi selain manfaat konsumsi, ada manfaat lain juga (Indonesia geto looohh)…bagi saya uyah krasak bermanfaat untuk mencegah ular & pacet, (sebangsa lintah) yang akan masuk kedalam rumah. Biasanya sih saya taburkan didepan pintu. kalo pacet jelas nggak kuat. tapi kalo ular saya sendiri kurang tahu seberapa jauh efeknya. Itu juga sebatas orang2 kampung bilang karena kemarin ada ular mau masuk ke rumah. Takut coy…ada bayi gak bisa ngapa-ngapain, daripada gak nurut kata orang yg berpengalaman, mencoba apa salahnya? Sekian cerita singkat tak bermakna dari saya…cuma sedikit pelampiasan nulis. Salam Blogger Cinta Damai :mrgreen:

picture from indonetwork

Saya Nggak Anti Demonstran, Tapi Anti Perusakan Fasilitas Umum

Pagi jam 10.49 tanggal 26 Desember 2011 kebetulan lewat dipertigaan salah satu universitas swasta terkemuka di solo. Sebelumnya saya penasaran kenapa dari arah pertigaan Faroka (Kleco) arus dialihkan keutara lewat Colomadu. Setelah menembus lewat jalan tikus ternyata baru tau ada demo di pertigaan kampus. Terlihat ada asap, saya pun berhenti sekedar ambil gambar & video, yak…ternyata mahasiswa lagi demo.

Sebenernya sih amat sangat biasa kalo ada demo, sepanjang tidak mengganggu ketertiban umum. tapi kali ini pake bakar ban segala coy…wah parah. Ente itu mahasiswa tau nggak sih kalo jalan itu merupakan fasilitas umum yang harus dijaga. kalo rusak, toh rakyat juga yang mesti bayar pajak lebih tinggi untuk biaya perbaikan. Otak kalian itu dimana??? Sama aja dengan gali lubang tutup lubang, cari lubang lain lagi

Kapan mau maju negara ini kalo otot aja lebih digedein daripada otak. Apa idealisme kalian itu akan sejalan bila kelak sudah dapat posisi atau jabatan enak di pemerintahan? Tugas kalian saat ini tuh belajar, nggak lebih! Demo boleh tapi jangan kebablasan. Rakyat sudah muak dengan aksi anarkis. Moga kalian mahasiswa cepet sadar deh :(

Epson T13, Kamu Benar-benar Menyebalkan

Awalnya saya beli printer ini tidak lain untuk menggantikan Epson T11 yang matot (mati total) pada usia kurang dari 1 tahun. Setelah cek2 katalog & browsing di internet, nemu produk Epson T13. dari review sih banyak yang bilang hasil cetak lumayan meski tinta rada boros. Kelebihan lain ruang dalamnya lebih luas dari T11 terdahulu sehingga kemungkinan slang infus nyangkut lebih kecil. Trus juga cartridge lumayan awet. Nah akhirnya saya beli dah printer ini sekalian infusnya di SGM.

Singkat cerita pada beberapa minggu pertama pemakaian normal2 aja, jarang dipakai ngeprint dengan kertas tebal yang katanya sih mempercepat kerusakan mekanisme roller penarik kertas. Tapi 2-3 kali pernah juga sih. sampai akhirnya pada bulan ke 3 pemakaian printer ini mulai menunjukkan tanda-tanda nggak beres. dari mulai nggak mau narik kertas dengan jumlah sedikit, paper jam, ngeblink dan masalah-masalah kecil yang bikin senewen waktu datang pelanggan. Hmmmm…setelah saya cek memang mekanisnya sangat berbeda dibandingkan T11, dengan penarik kertas yang desainnya kiwir-kiwir (rada aneh menurut saya) dan terkesan kurang kokoh. Kalo boleh dibilang desain ini sangat sensitif terhadap partikel debu keras yang menempel di kertas hingga roller seringkali slip & meninggalkan bekas hitam di kertas. Kalo ngeprintnya cuma teks sih gak terlalu ngaruh. tapi kalo di glossy  photo paper…lah, kliatan jeleknya. Sampai saat ini kalo saya pake ngeprint kertas diatas 80 gram kudu didorong dari traynya. Sial… :evil:

Ada baiknya buat yang mau beli printer tipe ini, berpikir 2x setelah beberapa kejadian yang saya alami. Merk boleh terkenal, cartridge boleh awet. tapi kalo mekanisnya ringkih ya sami mawon. Belum lagi saya masih trauma dengan kasus mainboard mati (mainboard epson ringkih bro-sis). Masih untung ketika kasus T11 itu ngubek2 kaskus kebetulan ada yg jual bekas dgn harga miring. Kalo nggak, yah…375rb melayang. itupun sampe sekarang T11 masih menunjukkan gejala rewel yang menyerupai T13…walau sedikit beda permasalahannya. Saya cuma berharap kelak Epson bisa memperbaiki sistem mekanisnya dengan yang lebih rigid. Sehingga dengan harga yang cenderung lebih tinggi dipasaran sekarang diperoleh kualitas yang memadai.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.