Motor-motor Yang Terlupakan (2-Selesai)

Rada telat meluncurkan bagian kedua ini. Hmm… gara-gara UFD ketlisut, padahal konsep dah tak simpen di flasdisk…tapi gapapalah. dah ketemu balik n tinggal upload. Motor-motor berikut gak kalah apes dibandingkan dengan yang saya posting di bagian pertama. Padahal pabrikan sudah mencoba kasih terobosan, sehingga memunculkan kreasi baru pada produk-produk berikutnya. Apa saja motor itu?

Piaggio Corsa

Piaggio Corsa…Otomatis Duluan! Slogan yang seharusnya disematkan di skuter matik ini. Nggak seperti skuter-skuer Piaggio lainnya, dengan berbekal transmisi CVT skuter ini berusaha memberi terobosan baru dalam dunia permotoran Indonesia. Mengusung mesin 2tak 125cc, dilengkapi system pencampur oli otomatis, serta body yang lebih ringan dan dinamis. targetnya adalah kaum hawa yang nggak pingin ribet dengan tetek bengek perpindahan transmisi & kopling manual seperti yang ada di Vespa. Tetapi respon dari masyarakat kala itu cukup dingin, motor bebek masih jauh lebih melekat di hati daripada skuter, apalagi produk Italia yang dikenal agak susah pada layanan purnajualnya. Ingat sekali ketika tahun 1994 akhir, seorang tetangga saya beli Corsa warna merah metallic. Niatnya emang buat belanja kertas (maklum, tukang sablon) dan saat itu motor dengan dek rata sangat jarang. Sempat mencoba sebentar dan saya rasakan putaran grip gas rada berat. Mungkin karena kabel oli samping. Bagi saya sih mungkin gak terlalu masalah, tapi bagi kaum hawa? Nanti dulu, hehehe…Apalagi setelah itu Corsa dijatuhin anaknya si bapak, ada komponen body yang pecah. Mau ganti? Nyari sparepartnya susah. Terpaksa itu skuter dilego & akhirnya kembali ke motor sejuta umat saat itu, ya…Honda Astrea Grand

Kawasaki Blitz Joy R 125

Motor ini adalah kakak dari Blitz R 110, yang lahir dengan tempo hampir berbarengan dengan Suzuki Shogun dan Honda Karisma. Secara fisik perbedaan dengan Blitz R tampak pada headlamp 2 bulb dan grab bar yang lebih besar dan tinggi…mesin 125cc overbore membuatnya memiliki tenaga besar yang terfokus pada putaran tinggi. Tetapi apa mau dikata, tenaga besar ternyata tidak mampu mengatrol penjualannya menjadi besar. Mungkin  sebagian besar orang yang awam rada menghindari merk ini, walaupun secara kualitas sebetulnya tidak kalah, atau bahkan lebih unggul dari merk lain. Sebutlah dalam hal suspensi yang mantap buat kecepatan tinggi, rangka yang lebih rigid, dan rem yang pakem. Body mungil mungkin juga menjadi alasan bagi keluarga (yang baru bisa beli motor) untuk memilih model ini. Sebagai gambaran, Honda Karisma, Suzuki Shogun, dan Yamaha Jupiter memiliki dimensi body serta jok yang lebih lebar untuk berbonceng 3 atau 4 dengan anaknya (Jangan ditiru!! 👿 ). Salah satu yang pernah memiliki motor ini adalah paman saya, warna hitam stripping hijau. Kebetulan selang 3 bulan dari beli ditemukan masalah pada pompa oli yang tidak lancar, sehingga diwajibkan bongkar mesin di Bengkel resmi (untung masih garansi)

Honda Supra XX & Supra V

“Kopling, nggak kopling…” sambungannya gak tau. Pertama kali sekitar tahun 2001 lihat iklan motor ini di Bali melalui TV B/W 5” merk sanex, saat saya sedang melakukan kerja profesi. Setengah nggak percaya, Supra yang identik dengan motor keluarga koq pakai kopling manual, salah satunya pakai rem tromol lagi (gumam saya). Coba pantengin TV lagi siapa tahu salah liat, ternyata iklan nongol lagi. Bener dah, ternyata saya nggak mimpi, hahahaha…Saat itu motor bebek yang pakai Kopling manual setahu saya Satria 120R dan Yamaha F1ZR. Cukup berani kalau Supra yang 97cc itu pakai kopling, namun tanpa embel- embel perubahan secara mendasar pada kapasitas serta konstruksi mesin. Emang ibu-ibu mau ngebut ke pasar? Prediksi saya kala itu sih usianya gak bakal bertahan lama walaupun iming-iming harga di brosur lebih rendah dari Supra X. ternyata benar prediksi saya, sekitar tahun 2003 (CMIIW) motor ini sudah dicoret dari daftar motor yang diproduksi Honda. Tinggallah sang Astrea Supra X berduet dengan Supra Fit bertarung dengan Jupiter Z dan Shogun

Yamaha Nouvo

Kemunculannya pertamakali sebagai motor matic buatan Jepang sempat memberi warna baru dan menjadi bahan pembicaraan (dikota saya, hehehe…) Mengusung mesin 115cc, sama dengan Mio yang belum lahir dan roda 16″ menawarkan sensasi berkendara skubek (skuter bebek). Saudara saya bela-belain pergi ke dealer untuk bersaha meminangnya. sayang pilihannya ditolak mentah-mentah paman saya & jadinya ya beli Jupiter tanpa Z. Mindset orang kala itu kendaraan yang bakalan merepotkan, karena perawatan susah, gak kuat nanjak, kalo beltnya putus ntar bagaimana? Hehehehe…bener saja, penjualannya jeblok gara-gara tampilannya terlalu sederhana, minim stripping. Ketika mincul edisi velg palang, momentum dah hilang & tahta semakin jauh setelah kemunculan Yamaha Mio yang sukses mendobrak pasar motor matik di Indonesia.

Picture kawak blitz from : asmarantaka

Advertisements
Categories: Uncategorized

22 thoughts on “Motor-motor Yang Terlupakan (2-Selesai)

  1. Piagio Corsa Pernah….
    Supra XX pernah,
    nouvo belum, mas aku masih menyimpan lho Bebek 2 tax yamaha yang keluaran tahun 75….

    1. bukan kolektor mas, Piagio pernah make soalnya bapak_ku hobi banget pespa tapi di jual….
      Supra XX juga udah di jual…
      itu dirumah bapak tinggal ada vespa yang lampu bulat, sprint 150 ama bebeknya yamaha yang 2tax thun 75….
      klo lagi pulang ke rumah seringnya pake yang yamaha, pengalaman pertama belajar motor mas….
      ada juga L 2 Super
      bapak_ku yang suka motor antik…
      tapi motor murah bukan motor antik yang mahal….

  2. ➡ hiks, motor kesayanganku ada di list ini… jadi terharu, makasih bro… xixixixi… [ra nyambung pol.com]

  3. kawasaki blitz ijo 110 cc milik saya masih perkasa di usia 5 tahun (bulan depan ganti plat 😥 )
    belum ada parts yang diganti kecuali filter olie, ban dan bohlam!

  4. ada lg nich motor yg terlupakan. Yaitu
    Yamaha lexam sama honda revo AT. Secara tuch motor gak laku dipasaran. Baru sekitar setahun dah stop produksi.

  5. enek sik kelewatan lek..

    Supra X 125DD.. kae lho supra lampu 1 sik dobel cakram.. pilihan selain Supra X 125R dan Supra X 125D.. dilit tok njedule sebelum diganti supra lampu dobel..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s