Hardware Incaran Buat PC-ku (2-Habis)

Setelah kemarin selesai mengincar RAM, VGA, Serta Casing , giliran saya ke hardware lainnya…pusing juga nih sebenernya kalo terus-terusan nurutin nafsu. Tapi gapapalah, itung-itung daripada buat modifikasi motor yang gak jelas juntrungannya & kadang malah membahayakan diri sendiri. Atau daripada ngebuang duit buat bakar tembakau (ngrokok), atau buat jajan cewek ditempat umum, mending buat jajan yang ginian saja. Maklum, I’m not a smoker, playboy juga bukan 😛 … Tinggal pinter-pinternya saya saja buat usaha rada ngebokis ke istri biar disetujui. Maklum namanya cewek kadang susah buat ngertiin hobby.

Power Supply

Sebenarnya selama ini saya sudah pake power supply pure power FSP Saga. Tangguh, harga cukupan, membuat saya sekitar 2 tahun kemarin tertarik membelinya. Namun akhir-akhir ini melihat desain PSU baru semakin mantap serta sertifikasi dari 80+ yang memberi jaminan kestabilan daya lebih baik membuat saya tergoda juga. Kesannya PSU saya desainnya standar banget, tanpa cable sleeving, warna putih logam, makin menimbulkank esan jyadulll ach….(kaya Cinta Laura bilang). Mungkin saya akan berburu 2nd aja, merk bisa keluaran Corsair, Tapi kalo ada merk Seasonic juga boleh. Yang penting performa gak boleh lebih jelek, mengingat FSP Saga saya sudah demikian mepet dibebani peripheral USB yang buanyak banget. Harga cukup masuk akal juga, dengan hanya menambah sekitar 150ribu rupiah sudah bisa dapat Corsair. Lebih rapi lagi buat casing saya…pastinya airflow makin lancar, jeroan juga lebih adem.

CPU Cooler

Perangkat cooling yang saya gunakan sebenarnya sudah cukup untuk harian, atau overclock ringan. Sayang saya sudah agak bosan dengan model Thermaltake TMG A2. Terlalu standar banget kecuali bagian sleevingnya, bahkan fan 9cm modifikasi rada susah nyari di toko-toko asesoris. Kebanyakan pedagang parts aftermarket hanya menyediakan fan 8cm-12cm. Berdasarkan info dari teman spesialis overclock CPU didaerah saya, disarankan untuk beralih ke Xigmatek HDT S1284 Achilles. Ya, dengan fan 12cm sesuai kemauan saya, serta teknologi HDT (Heatpipe Direct Touch) yang efektif menyalurkan panas karena langsung bersentukan dengan permukaan prosesor. Dengan harga baru yang relative murah (apalagi yang 2nd) merupakan pilihan menarik. Terlebih bidang yang menempel dimensinya menurut sang master tadi sangat pas untuk CPU berbasis AMD. Kemarin dari forum langganan saya ada yng jual, tapi saatnya kurang pas. Lagi bokek.

Prosesor

Barang favorit saya ini saya tempatkan pada prioritas terakhir. Alasan saya karena harga masih relative tinggi (diatas 1.5juta untuk 2ndnya). Belum lagi dukungan software-software kebanyakan masih mengarah ke maksimal 4 core, sehingga saya merasa Athlon II X4 620 masih lebih dari cukup untuk memenuhi tuntutan pekerjaan saya. Belum lagi godaan kubu sebelah (Intel) dengan teknologi Core i Series yang bikin ngiler, bekerja sempurna dalam hal multitasking, gaming, rendering, dan masih banyak lagi. Invest terbesar paling juga ganti mobo (chipset P55), serta prosesornya sendiri. Memang layak dipertimbangkan, kecuali besoknya AMD mau keluarin Athlon II X6, tanpa L3 Cache mungkin saya gak jadi kelain hati.

  1. wah prosesor amd keren nih

    • 1001nickname
    • Juni 29th, 2010

    mantap, marai ngiler tenan sampeyan mas…

    • Propus
    • Juni 30th, 2010

    Jangan AD keren…AMD murah, hehehehehe
    @nuno
    halah…ijik kelas ecek2 iku…dudu duweke OC-er kelas dunia…😦

  2. cpu cooler pake radiator aja bro!:mrgreen:

      • Propus
      • Juli 1st, 2010

      radiator kaya gini? Thermaltake big water :

      agak ribed bro…masih khawatir ama kondensasinya.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: