Komparasi Yang Adil, Bagaimana Sih?

Sering diributkan di blog, bagaimana mengukur secara riil keunggulan suatu motor, katakanlah motor A terhadap motor B. Simpangsiur mengenai data teknis yang beredar, baik klaim resmi dari pabrikan maupun data test perseorangan seringkali diambil sebagai sampel untuk menentukan masing-masing keunggulan. Tapi banyak hal yang sering terlewatkan oleh blogger maupun komentator ketika mengambil kutipan data teknis tersebut, yaitu kondisi alam, serta karakter tester. Entah hal ini disengaja (berlagak mbodohi) atau benar-benar gak tahu karena awam. Sehingga yang muncul hanyalah adu otot berdasarkan referensi yang (menurut saya) tidak comparable, karena seringkali data yang didapat hanyalah hasil mark up belaka. Jebakan Batman kan?:mrgreen:

Kenapa saya ambil kesimpulan tersebut? Karena kondisi alam berpengaruh terhadap output mesin. Ketika udara mencapai suhu sekian derajat celcius, kerapatan udaranya berapa, hembusan angin bagaimana, trus kondisi kemiringan jalannya seperti apa. Tentu itu berpengaruh pada daya maksimum, akselerasi, maupun top speed yang dicapai. Dan satu lagi tester, yang memiliki karakter bukaan gas agresif dan kalem, tentu hasilnya beda. Inilah yang sering menyebabkan setiap hasil test meski menggunakan kendaraan yang sama, hasilnya bisa bervariasi. Sehingga ada baiknya menurut saya yang namanya komparasi ya dibandingin bareng2, pada saat yang sama, lokasi yang sama, rider yang sama atau paling tidak karakternya mirip. Jadi nggak ada alas an macam2 bahwa, oooh…si A menang karena jalannya gini, ooh…pantes aja B menang, wong yang naik si itu. Dengan adanya komparasi yang berbarengan, kemungkinan data yang diselewengkan lebih kecil (dengan catatan tester juga harus netral) dan point plus serta minus masing produk lebih kentara.

    • damhar
    • November 1st, 2010

    Pertawakwakwakwakwakwak…:mrgreen:

    IMO, sebenarnya cukup review test ride saja.
    karena komparasi tidak bisa dilakukan secara global, motor ini lebih baik dari motor itu, Nggak bisa seperti itu..
    yg bisa itu torsinya A lebih gede dari torsi B, ban B lebih lebar dari ban A, cuma gitu yg bisa..
    komparasi malah kadang membuat saya jadi bingung milih🙂

    lagian setiap motor punya point unggulannya sendiri-sendiri, selaras dgn konsumen yg punya kebutuhan sendiri-sendiri terhadap motornya, iya to?

    • damhar
    • November 1st, 2010

    makanya saya seneng dengan comparasi ala Gur Tri.. objektif dan nggak bikin tambah bingung

  1. Komparasi mesin yang adil yaitu pake alat dynotest

  2. jelas tuntas gamblang

    • Propus
    • November 2nd, 2010

    Sayang metode ini masih jarang diterapkan di Indonesia. tercatat yang terakhir saya lihat baru komparasi 4 skutik…dah lamaaaaaa banget😀

  3. Komparasi yang adil itu kayak yang di motorplus atau otomotif, namun jangan dicemari pengaruh salah satu pihak yang akan membelokkan hasil real

    • betul…kayaknya dulu hasilnya dimenangkan kymco kategori matic teririt & akselerasi tercepat ya…saya juga gak ngeh banget. ubek2 internet hasilnya nihil

    • tafridefraaz
    • November 3rd, 2010

    setelah komparasi yang adil, nulisnya juga yang adil:mrgreen:

    • Abu Tanisha
    • Februari 28th, 2011

    1 lagi, para Fan Boys dilarang komparasi motor hehehehe…, @L4y pun juga

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: