Fun Riding Blogger Koboys & AHM ke Pacitan (2)

Speedometer Blade 125

Setelah segala persiapan disini selesai, rombonganpun mulai berangkat menuju arah ringroad selatan. Karena masih dalam kota, kecepatan hanya berkisar 40-50km/jam di speedometer blade saya. Sempat terasa ngantuk juga, karena tangan sudah gatal pingin betot gas paling cuma agak mundur dari barisan & kemudian maju lagi dengan kecepatan lebih tinggi. Terus menerus demikian sampai lepas dari daerah Imogiri, barulah medan mulai menantang nyali para blogger Koboys untuk menguji motor dengan sepuasnya.

Dimulai ketika jalan tanjakan turunan bervariasi, lumayan untuk cornering sampai rebah. Entah siapa yang mulai duluan, tiba-tiba saja adrenalin mulai terpacu. Saya pun juga terprovokasi buat main-main dengan mesin 125cc ini. Tikungan demi tikungan dilahap sambil merasakan feelnya, lumayan dengan posisi stang yang lebih menekuk kedalan dibandingkan kendaraan sehari-hari saya (Absolute Revo), Blade relatif lebih mudah diarahkan. Untuk kemampuan mesin juga sangat berbeda sekali dengan adanya peningkatan kapasitas ini. Karena mesin merupakan turunan Supra X 125, karakternyapun tidak nyundul-nyundul layaknya Revo maupun Blade 110cc. Nafas mesinpun juga lebih panjang, meski tidak sepanjang Supra X 125 versi lawas. Tercatat sebelum kami berhenti sejenak menunggu rombongan, Blade mampu menyentuh kecepatan 115km/jam pada speedometer. Lumayan…toh karena medannya masih kurang lagi trek lurusya dan demi keamanan, maka belum bisa dieksplor lagi. Yang istimewa justru Pertamax7, menggunakan Revo FI namun sempat menorehkan kecepatan 120km/jam. Belum nyoba sendiri sih…tapi apabila benar, maka suatu peningkatan drastis dimana Revo karbu lumayan ngos-ngosan buat mencapai 105km/jam dengan mesin standar.:mrgreen:

Blade Repsol 125 Pantai Sundak

Sempat ketika menunggu rombongan, saya bertukar kendaraan dengan Cak Poer karena mbeliyonya pingin ngerasain Blade, saya pun menyetujuinya karena yang ditukarkan adalah vario 110 FI. Dengan posisi dek sedikit lebih tinggi dan rem CBS (Combi Brake System, maka butuh sedikit penyesuaian. Tancap gas, waowww…responsif banget meski radiator kini absen di vario tipe terendah ini. Buat nekuk2 di tikungan sangat nurut, didukung bobot ringan dibandingkan matik dirumah (Honda Spacy). Cucuk-cucukanpun kembali dimulai, kali ini dengan Scoopy tunggangan pak dokter Alvian Pribadi.

Vario 110 FI

Meski baru menyentuh hampir 100km/jam saja dikarenakan tidak ada kondisi jalan benar-benar lurus dan lebar, tapi sudah cukup puas. Sampai akhirnya kami istirahat di Pantai Sundak untuk makan. Sebelum itu karena bertepatan dengan hari jumat, rekan-rekan yang Muslim melaksanakan ibadah Sholat Jumat terlebih dahulu. Suguhan kelapa muda yang lumayan tua juga cukup mengembalikan energi yang terkuras. Kamipun mengakhiri dengan makan bersama dengan menu berupa Seafood sambil foto bersama.

Seafood

Koboys SeniorPantai Sundak

Perjalanan menuju Pacitan lanjut lagi. Namun saya tukeran motor lagi dikarenakan Cak Poer tidak terbiasa bawa motor cub, bawaannya melebar terus. OK, Blade Repsol tancap lagi. Kondisi jalan kini tidak sebagus sebelumnya…kali ini fokus buat menghemat BBM karena meteran sudah mendekati merah. Sambil tengok2 ke motor lain…lhah, koq pada masih setengah, set dah…ada yang salahkah dengan Blade ini? Sempat bilang ke Road Captain minta isi BBM secara darurat sampai minggir dulu di Pracimantoro. Ternyata sekitar 1Km dari tempat berhenti sudah ada SPBU. Selamat dah pikir saya. Lanjut lagi menuju lokasi, setelah sepanjang perjalanan yang setengah ngantuk karena panas & jalan rusak, akhirnya ketemu aspal mulus juga di Pacitan. Kondisi yang berbeda sekali dengan Pracimantoro. Sekitar Pukul 16.00 akhirnya rombongan tiba di Hotel SBC (Surfing Bay Cottages) Beristirahat, di pantai menikmati keindahan alam dan malamnya makan (lagi) di Seaview Restaurant, dengan suguhan hiburan live music hingga sekitar pukul 23.00 sebelum kami beristirahat ke kamar masing-masing.

Surfing Bay Cottages

Live Music Sea View Teleng Ria

Rocker Koboys

  1. whooaa…. foto sing ngisor diilangi wae gus! medeni bocah!😦

  2. Jaombliz kae 120 tak jejeri Verza paling sekitar 100 kok

  3. Wah,divisi pemusnah makanan melu to..xixixi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: