Baterai Laptop OEM, Bagus Atau Tidak?

wp-1492733012022

Bagi pengguna notebook atau netbook yang sering travelling, baterai laptop sangat penting dijaga dalam kondisi prima. Mungkin gak jadi masalah jika tempat tujuan menyediakan power outlet. Tapi jika tidak? Yaaaa…repot juga, apalagi jika kondisi baterai drop. Kerja jadi terganggu, gak nyaman banget pokoknya 😀 Continue reading “Baterai Laptop OEM, Bagus Atau Tidak?”

Advertisements

Alseye Sooncool, Case Fan Murah Tampilan Mewah

Alseye Sooncool Box

Bagi penggemar PC Modding, case fan merupakan salah satu unsur yang wajib disentuh. Berbagai merk dari yang murah macam Deepcool, Raidmax, Digital Alliance, hingga yang mahal macam Noctua, Corsair, Enermax, semua tingal pilih. Fungsi sama, harga beda, tentunya spesifikasi sekaligus keawetan juga beda. Ada harga ada rupa gan, tapi yang mahalpun belum tentu awet…tergantung amal ente…hehehehe :mrgreen: Continue reading “Alseye Sooncool, Case Fan Murah Tampilan Mewah”

Pusing Cari Musik MP3 Non Mainstream? Cari di Youtube Saja!

Sebenarnya sudah jadul banget ini. tapi lumayan membantu bagi yang belum tahu, hehehehehehe 😀

Ketika itu seorang tetangga minta ke saya minta didownloadkan lagu-lagu lama untuk diputar di MP3 audio mobilnya. Saya sih langsung setuju karena berfikir “Ah, apa susahnya sih download di website2 biasanya”. Namun ternyata permintaannya akan judul2 lagu benar-benar ndak mainstream :mrgreen: sambil menyodorkan kertas sampul MP3 b*j*k*n yang dijual di emperan pasar. Wedeh, mana ada dangdut koplo, album Meggy Z, Nike Ardilla, dll yang lumayang bikin pusing carinya. Di Youtube sih banyak…tapi kalo donlod file FLV atau Mp4 nya dulu baru diconvert, mau makan kuota seberapa? Sedangkan saya hanya mengandalkan Tri AON, itupun isinya tinggal 2gb 😦

youtube mp3 Continue reading “Pusing Cari Musik MP3 Non Mainstream? Cari di Youtube Saja!”

Tentang Netiket (Netiquette)

Etika dalam berinternet, ya…setidaknya internetan juga gak jauh beda dengan dunia nyata. Cuma faktor wajah yang gak kelihatan kecuali pake webcam & mikrofon, tata bahasa dalam berinternet seringkali menjadi pemicu salah paham. Kalo berbicara secara verbal dengan kontak wajah, pastilah ada intonasinya yang menegaskan seseorang itu sedang bercanda, santai, atau marah. Tapi melalui tulisan, entah itu berupa Chat (YM, Gtalk, Skype, Camfrog dll), Media Sosial (FB, Twitter, FS, Dll), Forum (Kaskus, IDWS, Sawomatang, Detik, dll), Blogging (WordPress, Blogspot, Blogdetik, dll) seringkali tulisan menimbulkan multitafsir. Gaya bahasa yang (sebenarnya) bercanda bagi teman dekatnya, tapi bisa jadi akan terlihat sombong, kaku, arogan, sewenang-wenang bagi orang lain. Maka dari itu muncullah yang namanya Netiket (Netiquette), yang menjadi aturan umum tak tertulis atau bisa juga tertulis (biasanya dalam forum ada ketentuannya). Sebagaimana saya kutip dari id.wikipedia.org Continue reading “Tentang Netiket (Netiquette)”

Epson T13, Kamu Benar-benar Menyebalkan

Awalnya saya beli printer ini tidak lain untuk menggantikan Epson T11 yang matot (mati total) pada usia kurang dari 1 tahun. Setelah cek2 katalog & browsing di internet, nemu produk Epson T13. dari review sih banyak yang bilang hasil cetak lumayan meski tinta rada boros. Kelebihan lain ruang dalamnya lebih luas dari T11 terdahulu sehingga kemungkinan slang infus nyangkut lebih kecil. Trus juga cartridge lumayan awet. Nah akhirnya saya beli dah printer ini sekalian infusnya di SGM.

Singkat cerita pada beberapa minggu pertama pemakaian normal2 aja, jarang dipakai ngeprint dengan kertas tebal yang katanya sih mempercepat kerusakan mekanisme roller penarik kertas. Tapi 2-3 kali pernah juga sih. sampai akhirnya pada bulan ke 3 pemakaian printer ini mulai menunjukkan tanda-tanda nggak beres. dari mulai nggak mau narik kertas dengan jumlah sedikit, paper jam, ngeblink dan masalah-masalah kecil yang bikin senewen waktu datang pelanggan. Hmmmm…setelah saya cek memang mekanisnya sangat berbeda dibandingkan T11, dengan penarik kertas yang desainnya kiwir-kiwir (rada aneh menurut saya) dan terkesan kurang kokoh. Kalo boleh dibilang desain ini sangat sensitif terhadap partikel debu keras yang menempel di kertas hingga roller seringkali slip & meninggalkan bekas hitam di kertas. Kalo ngeprintnya cuma teks sih gak terlalu ngaruh. tapi kalo di glossy  photo paper…lah, kliatan jeleknya. Sampai saat ini kalo saya pake ngeprint kertas diatas 80 gram kudu didorong dari traynya. Sial… 👿

Ada baiknya buat yang mau beli printer tipe ini, berpikir 2x setelah beberapa kejadian yang saya alami. Merk boleh terkenal, cartridge boleh awet. tapi kalo mekanisnya ringkih ya sami mawon. Belum lagi saya masih trauma dengan kasus mainboard mati (mainboard epson ringkih bro-sis). Masih untung ketika kasus T11 itu ngubek2 kaskus kebetulan ada yg jual bekas dgn harga miring. Kalo nggak, yah…375rb melayang. itupun sampe sekarang T11 masih menunjukkan gejala rewel yang menyerupai T13…walau sedikit beda permasalahannya. Saya cuma berharap kelak Epson bisa memperbaiki sistem mekanisnya dengan yang lebih rigid. Sehingga dengan harga yang cenderung lebih tinggi dipasaran sekarang diperoleh kualitas yang memadai.

Arsenal, memang tahan banting!!!

Klub sepakbola itu? hehehehe…bukaaaannn…ini adalah notebook keluaran Dell seri Inspiron N4030 dengan nama julukan Arsenal. Kenapa saya bilang tahan banting? Apakah karena sanggup diplekotho…atau diperkosa untuk kerja keras gitu? Hehehe…lagi lagi bukan. Tapi tahan banting dalam arti sebenarnya. Ni lappie saya beberapa saat yang lalu sempat jatuh dijalan sewaktu naik motor, gara garanya lupa nutup resleting tas, sampai terseret. Padahal baru beli 4 bulan, alhasil body jadi babak bundhas 😥

Yah nasip…tapi secara kinerja sebenarnya juga tidak jelek2 amat untuk notebook 4 jutaan. Didukung prosesor dualcore P6100 2.0ghz (arsitektur core i yg dipotong L3 cachenya & minus Hyper Threading) , DDR3 2gb, hdd 320gb, serta vga intel integrated di prosesor, cukup menunjang kinerja saya. Suhu laptop tergolong sedang2 saja, gak panas asal ambient temperature juga normal. Kelebihan lain ialah pada 2 clear sound speaker. Sangat jernih walau belum bisa menyamai Harman Kardonnya Toshiba, tapi kalo dibandingkan speaker notebook merk lain sekelasnya, wuiiihh…kliatan kali bedanya…volumepun bisa diset lebih kencang. Hal yang menjadi minusnya adalah pertama bobotnya yang berat…hmmm…kemungkinan karena material body yang beda dari Acer dsb, sebagai kompensasi ya itu, tahan banting. Kedua di desain yang agak kaku, walau tampilan luar sudah cukup cantik, tapi kenapa dalemnya cenderung polos. Yang terakhir dan kiranya perlu diperbaiki adalah tingkat respon touchpad yg terlalu lambat. Untuk geser2 cursor perlu pengulangan gerak tangan beberapa kali meski setting sudah paling cepat. Terlepas dari kenyataan bahwa sesungguhnya tiap produk selain ada kelemahan juga ada kelebihan, pastinya cukup jadi pertimbangan dalam memilih bukan? Price/Performance sesuai slogan, “Netbook Price, Notebook Power” 😀

Fenomena Sentil-sentilan Antar Blogger Otomotif, Kemajuan Atau Kemunduran Dunia Perbloggeran?

Bukan apa-apa ketika saya buat artikel ini. Sesungguhnya saya pribadi juga sudah capek melihat sindiran sindiran antar blogger. Ada yang ofensif, ada yang defensif, atau yang netral. Blogger yang ofensif akan menggunakan kekuatan hits maupun komentator sebagai alat untuk memperkuat argumennya. Sementara blogger defensif cenderung memberikan opini-opini bahwa mereka tidak seburuk itu, meski kadang terlihat seperti tidak merespon. Keduanya cenderung memiliki massa yang fanatik dan seolah menjadi rakyatnya. Blogger netral? cuek aja lagi…ora ngurus mau ada perang Padri atau perang Bharatayuda, pokoke Mboh! (Niru Satmer :mrgreen: ). La saya masuk yang mana? Terserah penilaian sampeyan, toh dijawab apapun saya nggak ambil pusing 😛

Sejak awal2 saya mengurangi kapasitas komen saya di blog, sepertinya mulai menyadari bahwa kapasitas blog yang tadinya memberi pencerahan, kini justru berubah jadi ajang untuk memberikan memaksakan argumen pribadi dan mencari massa. Ada oposisi, ada koalisi, wes…mirip dunia poli tikus. Miris memang, hanya demi hits rasa brotherhood harus tersisihkan, yang tidak ada masalah jadi bermasalah hanya gara-gara bendera (merk) yang diusungnya. Bloggerpun jadi tak ubahnya komentator 4l4y. Hal yang sangat-sangat jarang saya lihat di era 2-3 tahun lalu. Bagi sebagian blogger, entah di Qtobloggerindonesia, Indomotoblog, atau Koboys, hits naik berbanding lurus dengan kemajuan. Tapi dari bobot artikel, sorry brader…terpaksa saya acung jempol kebawah, dari artikel sentil-sentilan, artikel ngompor, maupun artikel gramafon rusak (masalah yang dibahas itu-itu melulu) dan manfaatnya? NOL BESAR! Tapi gak usah diambil hati, ini sekedar pendapat pribadi yang sifatnya IMHO, nggak saklek. Bisa jadi beda bagi sampeyan. Saya hanya berharap majukan dunia perbloggeran, demi munculnya komentator yang cerdas & kritis dalam berdiskusi, bukan yang asal njepat cangkeme layaknya pejabat-pejabat kita yang terhormat!!! 👿